Setelah trip 30 hari di tahun 2023 aku sudah memutuskan untuk berhenti trip di Indonesia, selain sudah menabung untuk perjalanan di bulan November 2024 tentu tidak akan melakukan perjalanan di bulan sebelumnya, namun ada hal yang lain kita gak bisa prediksi rahasia Sang Maha Mengetahui Segalanya.
Tiba-tiba banget 2 kawanku yang berencana untuk pergi ke Sulawesi menggunakan kapal itu tidak jadi pergi salah satunya, karena ada misi khusus. Aku yang pengen ikut tapi mengingatkan budget yang tidak masuk akal di tabunganku tentu aku menolak ikut, tapi entah kenapa Ummi ku mengizinkanku untuk ikut bersamanya. Saat dapat izin, jiwa petualang langsung "oke" Hahahaha agak nekat dan lain sih ini, kaya Ya Allah Engkau Sang Pemurah Rezeki. Ternyata kawanku sudah beli tiket kapal, kami coba konfirmasi apakah bisa ganti penumpang atau tidak, rupanya tidak bisa. Kemudian melihat jadwal tiket kapal yaang ready hanya besok setelah hari itu. Kami bergegas untuk membelinya, H-1.
Jujur saja, ini adalah pengalaman ku menggunakan kapal dan perjalanan menuju pulau Sulawesi, jadi aku lumayan exited. Minim informasi karena memang belum pernah cari tau. Ternyata tiket kapal ini sangat murah menurutku. Kami membeli tiket paling murah seharga Rp 267.500,-. Dan tentu ini harus low budget, karena sudah aku sampaikan kepada kawanku bahwa perjalanan kali ini harus low budget, mengingat diriku yang baru saja berhenti kerja dan menghemat apapun itu untuk perjalanan di bulan November 2024 nanti.
Karena kami tinggal di Samarinda, dan jadwal kapal di pagi hari, kami berangkat dari Samarinda menuju pelabuhan Balikpapan menggunakan bis keberangkatan terakhir, seharga 45rb/org. Sesampainya di terminal kita membeli beberapa cemilan untuk menemani perjalanan kami, kemudian lanjut menuju pelabuhan menggunakan taxi online. Dan lagi² ini adalah pengalaman pertamaku, banyak cerita jika pergi menggunakan kapal kita harus nyampe di pelabuhan beberapa jam sebelumnya, but wait harusnya gak gitu hahaha.
Kapal kami berangkat pukul 6 pagi, dan kami sudah sampai pelabuhan pukul 11 malam. Dan aku pun kaget melihat pelabuhan yang sudah ramai dengan beberapa orang serta membawa barang yang banyak, ngemper diluar ruang tunggu. Hah ini kenapa? Setelah memperhatikan situasi dan keadaan sekitar, harusnya gak gitu hahaha, baru duduk sebentar di emperan ada yang nyamperin nawarin alas tidur hehehe, ini lucu sih.
Tapi karena kami berdua belum sholat isya kami putuskan untuk sholat terlebih dahulu dimushola. Setelah sholat kawanku bergegas untuk tidur didalam mushola yang lampunya sudah mati sejak lama namun AC masih menyala. (INI HARUSNYA GAK BOLEH HAHAHAHAH)
Karena ini hal baru bagiku menunggu hampir 7 jam di pelabuhan, tentu aku gak bisa tidur. Mungkin terlalu amaze kepada orang2 sekitar. Btw, kami menggunakan kapal swasta menuju kota pare pare, pertama kali nyampe orang2 sekitar mengira kita menggunakan kapal dengan tujuan Surabaya, melihat kami hanya membawa 1 ransel saja. Entah kenapa mereka mengira seperti itu.
Setiap beberapa jam aku selalu mengecek dan melihat sekitar, di jam 3 pagi pelabuhan sudah rame, dan aku pun terheran-heran, hingga waktu check in dibuka sesuai dengan jadwal keberangkatan. Like a what?? Kenapa aku dan orang2 sekitar datang lebih awal banget sedangkan check in dibuka sesuai jadwal yang berlaku ditiket.
Trus kawanku bilang, ada beberapa orang juga jika pulang kampung ke Sulawesi datang h-1 sebelum berangkat. Padahal masuk kapal juga menyesuaikan tiket yang berlaku. Atuh kasian sama nenek2 dan beberapa lansia yang sudah menunggu lama :(
sejujurnya aku sudah pernah menggunakan kapal laut ketika pulang ke jawa pada tahun 1999 bersama keluarga, tentu aku lupa sekali bagaimana pengalaman yang ku rasa waktu itu, yang jelas pengalaman pertama ini bersama kawanku jadi hal yang menarik sekali. kami menggunkan kapal kartika 9, fasilitas yang cukup lengkap, ada area cafetaria, panggung hiburan, area olahraga, mushola yang luas dan ruang tidur dengan berbagai macam jenis. awalnya kami hanya membeli tiket tanpa ruangan alias ngemper di coridor kapal, karena hanya itu saja saat itu yang tersedia di aplikasi membeli tiket, sesampai di kapal kami bisa upgrade dengan tambahan biaya 50 rb/org untuk masuk ruangan yang tersedia kursi seperti kursi bis dan ruang berAC, lumayan sekali untuk 17 jam perjalanan.
sesekali menikmati sunset di tengah laut di selat Makassar jadi salah hal terbaik , mata dimanjakan dengan air laut yang biru gelap serta ombak yang sesekali membuat kapal tergoyang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar